, Tidak lengkap rasanya kalau berkunjungke Aceh tanpa mengunjungi MuseumTsunami. Museum ini dibangun oleh BRR NAD-NIAS setelah perlombaan desainyang dimenangkan M. Ridwan Kamil,dosen ITB.Museum ini menghabiskan140 miliar rupiah untuk pembangunannya. Bila diperhatikan dari atas, museum inimerefleksikan gelombang tsunami, tetapi jika dilihat dari samping (bawah), tampakseperti kapal penyelamat dengan geladakyang luas sebagai , ., Begitu masuk ke dalam, Anda seolah-olah memasuki lorong gelap sepertigelombang tsunami dengan ketingglan40 meter dengan efek air jatuh. Hati-hati dengan kepala Anda, siapkan topi lebar agarrambut dan baju Anda tidak basah. Bagiyang takut gelap dan masih fobia dengan tsunami, tidak disarankan untuk masukdari jalur ini. Setelah melewati tempat ini, puluhan , menyajikan foto-foto pascatsunami berupa kerusakan, kehancuran, kematian yang dipenuhi dengangambar korban, dan upaya penyelamatan., Setelah dari ruangan ini, Anda akanmemasuki Ruang Penentuan Nasib atau, , sering disebut juga , . Ruangan ini berbentuk seperticerobong semi-gelap dengan tulisan Allahdi bagian puncaknya. Dalam museum ini, terdapat pula Jembatan Harapan. Dijembatan ini, Anda dapat melihat bendera52 negara, seakan mereka mengulurkanbantuan untuk para korban. Melaluijembatan ini, Anda seperti melewati airtsunami menuju ke tempat yang lebihtinggi. Di sini Anda akan disambut denganpemutaran film tsunami selama 15 menit,mulai dari gempa terjadi, saat tsunamiterjadi, hingga saat pertolongan datang.,

soal yang ada di artikel ini sering kita temukan pada tugas buku sekolah yang diberikab oleh bapak/ibu guru. sering kali kita mengingatnya waktu disekolah tetapi setelah di rumah kita lupa mengerjakan karna kesulitan dengan soal-soalnya.

kalau kita kerjakan sendiri sering sekali tidak menemukan jawaban yang tepat. lalu kita mencarinya diinternet sebagai cara cepatnya. nah, jawabanbukupaket.com saat ini membuat jawaban yang lebih ringkas dan mudah dipahami.

kunci jawaban ini dapat dijadikan media referensi dan sumber belajar siswa, guru dan orangtua di rumah yang ikut membantu mengerjaknya. baik langsung saja kita lihat pembahasan soal dan caranya beserta penjelasanya dibawah ini

PERTANYAAN :

Cermatilah teks di bawah ini untuk menjawab soal berikut!

Museum Tsunami Aceh

    Tidak lengkap rasanya kalau berkunjung ke Aceh tanpa mengunjungi Museum Tsunami. Museum ini dibangun oleh BRR NAD-NIAS setelah perlombaan desain yang dimenangkan M. Ridwan Kamil, dosen ITB. Museum ini menghabiskan 140 miliar rupiah untuk pembangunannya. Bila diperhatikan dari atas, museum ini merefleksikan gelombang tsunami, tetapi jika dilihat dari samping (bawah), tampak seperti kapal penyelamat dengan geladak yang luas sebagai escape building.

    Begitu masuk ke dalam, Anda seolah-olah memasuki lorong gelap seperti gelombang tsunami dengan ketingglan 40 meter dengan efek air jatuh. Hati-hati dengan kepala Anda, siapkan topi lebar agar rambut dan baju Anda tidak basah. Bagi yang takut gelap dan masih fobia dengan tsunami, tidak disarankan untuk masuk dari jalur ini. Setelah melewati tempat ini, puluhan standing screen menyajikan foto-foto pascatsunami berupa kerusakan, kehancuran, kematian yang dipenuhi dengan gambar korban, dan upaya penyelamatan.

    Setelah dari ruangan ini, Anda akan memasuki Ruang Penentuan Nasib atau Fighting Room, sering disebut juga The Light of God. Ruangan ini berbentuk seperti cerobong semi-gelap dengan tulisan Allah di bagian puncaknya. Dalam museum ini, terdapat pula Jembatan Harapan. Di jembatan ini, Anda dapat melihat bendera 52 negara, seakan mereka mengulurkan bantuan untuk para korban. Melalui jembatan ini, Anda seperti melewati air tsunami menuju ke tempat yang lebih tinggi. Di sini Anda akan disambut dengan pemutaran film tsunami selama 15 menit, mulai dari gempa terjadi, saat tsunami terjadi, hingga saat pertolongan datang.

Baca Selanjutnya :  , llmu pengetahuan sangat penting untuk kehidupan. Kita diajarkan untuk menuntut ilmu dari lahir hingga kita mati. Dengan berilmu, kita bisa bermanfaat bagi orang lain karena sebaik-baiknya manusia di muka bumi ini adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Sumber:http://www.kompasiana.com/mus.aceh/ada-apa-di-dalam-museum-tsunami-aceh_551229d4a3331f056ba7ec diunduh tanggal 30 Mei 2016 pukul 09.15 WIBspace

 

Pembahasan

Teks deskripsi adalah teks untuk menggambarkan seperti apa suatu objek (seseorang, benda, tempat, atau hal) yang kita gambarkan, baik secara kenampakan, bau, suara, sifat, atau tekstur dari objek tersebut. Teks deskripsi memiliki kaidah kebahasan berikut ini:

  1. Menggunakan kata konkret, yaitu kata yang acuannya mudah diserap pancaindra.
  2. Menggunakan kata sifat, yaitu kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, atau binatang. 

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka penggunaan kata konkret dan kata sifat dalam teks deskripsi Museum Tsunami Aceh adalah sebagai berikut:

  • Kata konkret ditunjukkan dengan penggunaan kata kapal penyelamat, geladak,  lorong, topi, rambut, baju, standing screen, foto-foto, gambar korban, cerobong, tulisan Allah, bendera, air, film, dan sebagainya.
  • Kata sifat ditunjukkan dengan penggunaan kata gelap, takut, semi-gelap, tinggi, dan sebagainya. space 



Demikian penjelasan yang dapat jawabanbukupaket.com berikan kepada para pembaca dan pengunjung semua. alangkah baiknya siswa, guru, ataupun orangtua mengoreksi ulang jawaban nya. jika dirasa sudah benar siswa menyalin dibuku sekolah, kemudian mengumpulkan tugasnya dengan guru

CATATAN :

soal yang berasal dari situs ini bersumber dari berbagai macam buku dan diiternet. admin merangkumnya menjadi satu agar lebih rapih dan enak dibaca. insyallah jawaban ini akurat. semoga bermanfaat dan mendapatkan nilai bagus hehe.

Tinggalkan komentar